Gambar : Ilustrasi lemari pakaian (ist)
LINKNEWS.id - Lemari pakaian yang jarang dibuka atau berada di ruangan dengan tingkat kelembapan tinggi berisiko menimbulkan bau apek. Kondisi tersebut biasanya semakin parah jika pakaian yang disimpan belum benar-benar kering.
Selain membuat pakaian tidak nyaman digunakan, kelembapan berlebih juga dapat memicu pertumbuhan jamur dan membuat bagian dalam lemari lebih cepat rusak.
Karena itu, menjaga lemari tetap bersih dan kering menjadi langkah penting. Berikut sejumlah cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko munculnya bau apek pada lemari pakaian.
1. Bersihkan lemari secara berkala
Debu dan kotoran yang menumpuk di dalam lemari dapat memperburuk kondisi lembap. Karena itu, lemari sebaiknya dibersihkan secara rutin.
Keluarkan seluruh pakaian dan barang yang tersimpan di dalamnya, kemudian bersihkan bagian dalam lemari menggunakan kain atau penyedot debu. Pastikan permukaan lemari benar-benar kering sebelum pakaian kembali dimasukkan.
Membersihkan lemari secara berkala juga membantu mengetahui lebih awal jika terdapat tanda-tanda jamur.
2. Jaga sirkulasi udara
Lemari yang selalu tertutup membuat udara di dalamnya sulit berganti. Kondisi tersebut dapat meningkatkan kelembapan dan memicu bau tidak sedap.
Salah satu cara sederhana adalah membuka pintu lemari secara berkala agar udara dapat bersirkulasi. Jika diperlukan, kipas angin dapat diarahkan ke bagian dalam lemari yang terbuka untuk membantu mempercepat pengeringan.
3. Gunakan alat pengurang kelembapan
Jika ruangan cenderung lembap, penggunaan dehumidifier dapat menjadi pilihan. Alat ini bekerja dengan mengurangi kadar uap air di udara sehingga kondisi ruangan menjadi lebih kering.
Untuk lemari berukuran kecil, produk penyerap kelembapan khusus lemari juga dapat digunakan sebagai alternatif yang lebih praktis.
4. Tambahkan pengharum lemari
Bau apek dapat dikurangi dengan menempatkan pengharum di dalam lemari. Selain produk pengharum yang tersedia di pasaran, beberapa bahan alami juga dapat dimanfaatkan.
Bunga kering atau rempah dengan aroma khas, misalnya, dapat ditempatkan dalam kantong kecil dan digantung di dalam lemari. Namun, pastikan bahan yang digunakan dalam kondisi kering agar tidak justru menambah kelembapan.
5. Manfaatkan ampas kopi
Ampas kopi yang sudah dikeringkan dapat ditempatkan dalam wadah terbuka atau kantong berpori untuk membantu menyerap aroma tidak sedap.
Letakkan wadah tersebut di sudut lemari dan ganti secara berkala. Pastikan ampas kopi benar-benar kering sebelum digunakan sehingga tidak menjadi sumber kelembapan baru.
6. Kurangi tumpukan pakaian
Lemari yang terlalu penuh membuat udara sulit bergerak di antara pakaian. Akibatnya, area tertentu dapat menjadi lebih lembap dan berpotensi menimbulkan bau.
Luangkan waktu untuk memilah pakaian yang sudah jarang atau tidak lagi digunakan. Pakaian yang masih layak dapat disumbangkan atau disimpan di tempat lain sehingga ruang di dalam lemari menjadi lebih lega.
7. Pastikan pakaian benar-benar kering
Hal paling penting untuk mencegah bau apek adalah memastikan pakaian benar-benar kering sebelum dimasukkan ke lemari.
Pakaian yang masih menyimpan sedikit kelembapan dapat membuat lingkungan di dalam lemari menjadi lembap. Dalam kondisi tertentu, hal ini dapat memicu munculnya bau tidak sedap hingga pertumbuhan jamur.
Karena itu, setelah mencuci pakaian, pastikan pakaian telah kering sempurna sebelum dilipat dan disimpan.
Menjaga Lemari Tetap Kering
Bau apek pada lemari pada dasarnya dapat dicegah dengan menjaga kebersihan, mengurangi kelembapan, dan memastikan sirkulasi udara berjalan baik.
Kebiasaan sederhana seperti rutin membersihkan lemari, tidak menjejalkan terlalu banyak pakaian, serta tidak menyimpan pakaian lembap dapat membantu menjaga lemari tetap segar sekaligus memperpanjang usia furnitur. (RED)
Sumber : ruparupa.com