LAMONGAN, Linknews.id – Pendidikan anak usia dini (PAUD) di Kabupaten Lamongan kini melampaui batas ruang kelas konvensional. Melalui Program Langkah Edukatif Mengenal Tokoh Pemimpin Inspiratif (Lentera), pemerintah daerah menghadirkan metode pembelajaran berbasis pengalaman langsung (experiential learning) untuk menanamkan jiwa kepemimpinan dan wawasan kebangsaan sejak masa emas pertumbuhan anak.
Selasa pagi (4/8/2026), sebanyak 50 siswa dari PAUD Miftahul Huda (Dusun Lengor, Desa Pelangwot) dan PAUD Thoriqotul Hidayah (Desa Jabung, Kecamatan Laren) menjadi tamu istimewa di Pendopo Lokatantra. Bupati Lamongan Yuhronur Efendi tidak hanya menyambut mereka, tetapi juga mengajak bernyanyi lagu daerah "Bandeng Lele" serta memberikan bingkisan sebagai bentuk apresiasi atas keberanian anak-anak mengeksplorasi lingkungan pemerintahan.
Bagi Bupati yang akrab disapa Pak Yes, kunjungan ini bukan sekadar seremonial. Program Lentera dirancang agar anak-anak memahami konsep kepemimpinan dan layanan publik melalui interaksi nyata, bukan hafalan teoritis. Kegiatan ini akan dilaksanakan secara berkala setiap bulan dengan peserta bergilir dari masing-masing kecamatan berdasarkan rekomendasi Koordinator Wilayah bidang pendidikan.
Inovasi ini diperkuat oleh Kurikulum Lentera (Learning Environment berbasis Tradisi dan Akar Budaya Lamongan) yang telah diresmikan pada Juni 2026. Kurikulum ini mengintegrasikan nilai gotong royong, permainan tradisional, kesenian daerah, dan kearifan lokal ke dalam aktivitas harian PAUD. Tujuannya jelas: membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara kognitif, tetapi juga adaptif, percaya diri, mencintai budaya, dan memiliki fondasi karakter kebangsaan yang kokoh.
Dengan menggabungkan pendekatan eksperiensial di pusat pemerintahan dan penguatan akar budaya dalam kurikulum, Pemkab Lamongan berupaya meredefinisi peran PAUD. Institusi pendidikan usia dini kini bertransformasi menjadi inkubator karakter, tempat di mana identitas lokal dan semangat nasionalisme ditumbuhkan secara organik sebelum anak melangkah ke jenjang pendidikan formal berikutnya. (HUM/RED)