Home Daerah

Prasasti Canggu Jadi Fondasi Sejarah dan Ekonomi Kreatif Desa Ngadirejo Tuban

by linknews.id - 08 Juli 2026, 15:19 WIB

Foto : Peresmian Monumen Prasasti Cangu (ist)

TUBAN, Linknews.id – Peresmian Monumen Prasasti Canggu di Rest Area Desa Ngadirejo, Kecamatan Rengel, Selasa (7/7/2026), menandai tonggak penting dalam upaya pelestarian sejarah sekaligus penguatan identitas lokal. Momen ini tidak hanya menetapkan Hari Jadi Desa (HJD) Ngadirejo ke-668, tetapi juga menjadi katalisator bagi pengembangan potensi wisata edukasi dan industri kerajinan gerabah yang telah lama menjadi ciri khas desa tersebut.

Prosesi peresmian berlangsung khidmat dengan kirab budaya yang dipimpin Kepala Desa Gatot Srikuntolo bersama warga dan tamu undangan. Di lokasi monumen, perangkat desa membacakan terjemahan Prasasti Canggu sebelum penetapan HJD dilakukan secara resmi. Kehadiran komunitas Teropong Sejarah dan Tim Misi Ekspedisi Bengawan Solo 2022 menegaskan bahwa penetapan tanggal 7 Juli 1358 sebagai hari jadi desa didasarkan pada kajian historis yang kuat.

“Sejarah desa tertulis jelas di Prasasti Trowulan I atau Prasasti Canggu tahun 1358, tepatnya pada lempeng 5 baris ke-6 yang menyebut nama I-Raçi, cikal bakal Ngadirejo saat ini. Ini adalah momen bersejarah yang akan terus kami lestarikan,” ujar Gatot.

Sementara, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Industri (Disnakerin) Kabupaten Tuban Rohman Ubaid mengapresiasi komitmen warga Ngadirejo dalam menggali akar sejarah. Menurutnya, nilai historis ini harus diterjemahkan menjadi manfaat ekonomi nyata bagi masyarakat. Ia menyoroti potensi sentra gerabah Ngadirejo yang telah dibina melalui Program Pelatihan Pengembangan 11 Sentra IKM berbasis Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) pada 2025.

Pembinaan yang melibatkan instruktur dari Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta itu membuahkan hasil signifikan. Pasca-peluncuran Wisata Edukasi Gerabah oleh Ketua Dekranasda Tuban pada Festival Bengawan Desember 2025, minat pengunjung terhadap produk asli Ngadirejo meningkat pesat. Peminat kini datang dari berbagai daerah, termasuk Tambakboyo, Bancar, Widang, Plumpang, Soko, Semanding, Bojonegoro, hingga Surabaya.

“Acara yang khas seperti ini layak dikembangkan lebih greng lagi ke depan. Kami akan terus mendorong gerabah Ngadirejo agar tidak hanya menjadi wisata edukasi, tetapi berkembang menjadi sektor industri yang berkelanjutan,” tegas Rohman Ubaid disambut tepuk tangan warga.

Gatot menambahkan bahwa pemerintah desa berencana melengkapi kawasan Rest Area dengan stan-stan UMKM baru pada tahun ini. Langkah ini ditujukan untuk menciptakan lapangan kerja dan memastikan seluruh warga dapat berkontribusi langsung dalam kemajuan desa. Sinergi antara pelestarian sejarah, pemberdayaan ekonomi kreatif, dan dukungan pemerintah daerah diharapkan menjadikan Ngadirejo sebagai model desa yang mampu merawat masa lalu sambil membangun masa depan secara mandiri.

Peresmian monumen ini juga dihadiri Camat Rengel, Forkopimka setempat, perwakilan Disbudporapar Tuban, serta ratusan warga yang memadati area kegiatan. Antusiasme masyarakat dalam menikmati pertunjukan kesenian tradisional dan mengunjungi stan UMKM menjadi bukti bahwa pelestarian sejarah di Ngadirejo bukan sekadar seremonial, melainkan gerakan kolektif yang hidup dan berdampak nyata. (MCT/RED)

Share :

Popular Post