Home Daerah

Mitigasi Kekeringan MT III Bojonegoro: Akselerasi Infrastruktur Air Jadi Kunci Ketahanan Pangan

by linknews.id - 16 Juli 2026, 16:41 WIB

BOJONEGORO, Linknews.id – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU SDA) mengambil langkah taktis untuk memitigasi risiko kekeringan menjelang Musim Tanam III (MT III). Intervensi ini difokuskan pada akselerasi pembangunan embung dan waduk, normalisasi saluran pembuang (afvoer), serta perluasan jaringan irigasi di puluhan kecamatan guna menjamin stabilitas pasokan air baku bagi petani di puncak musim kemarau.

Kepala Dinas PU SDA Bojonegoro Retno Wulandari menegaskan bahwa program ini tidak sekadar pemeliharaan rutin, melainkan intervensi berbasis pemetaan wilayah yang tepat sasaran. Ia menilai MT III sebagai periode krusial yang menuntut distribusi air adil hingga ke ujung saluran (end of canal).

"Komitmen kami adalah meminimalkan risiko gagal panen. Perluasan daya tampung melalui optimalisasi embung, waduk, dan normalisasi sungai terus kami pacu agar debit air terbatas dapat terdistribusi lancar," ujar Retno dalam keterangan resminya, Kamis (16/7/2026).

Pada Tahun Anggaran 2026, dinas tersebut menjalankan tiga agenda strategis terpadu. Pertama, optimalisasi tampungan air melalui kombinasi bangunan baru dan revitalisasi eksisting. Kegiatan mencakup penyelesaian normalisasi Embung Desa Sambongrejo (Sumberrejo) dan Embung Desa Pojok (Purwosari), serta pengerjaan embung baru di Desa Sumberagung (Dander) dan Desa Woro (Kepohbaru). Selain itu, direncanakan pula pembangunan Waduk Pasinan (Baureno), Waduk Watang (Tambakrejo), dan rehabilitasi Waduk Rowoglandang.

Kedua, akselerasi normalisasi sungai dan saluran afvoer untuk meningkatkan kapasitas aliran sekaligus mitigasi genangan. Titik prioritas meliputi Sungai Gandong di Desa Ngrejeng (Purwosari), serta normalisasi sungai di Desa Gondang, Senganten (Gondang), dan Duyungan (Sukosewu). Saluran afvoer kritis di Desa Kayulemah (Sumberrejo), Sidomulyo (Kedungadem), dan Tinumpuk (Purwosari) juga menjadi fokus pengerjaan.

Ketiga, ekspansi dan rehabilitasi jaringan irigasi guna mencegah kehilangan air akibat rembesan atau sedimentasi. Pembangunan saluran baru menyasar 15 kecamatan dengan total titik terbanyak di Balen (5 titik), Trucuk (4 titik), dan Gondang, Sumberrejo, Baureno masing-masing 3 titik. Sementara itu, rehabilitasi jaringan eksisting diprioritaskan di Padangan (5 titik), Dander (4 titik), Tambakrejo (2 titik), serta satu titik masing-masing di Trucuk, Kedewan, Bubulan, dan Ngraho.

Melalui kombinasi infrastruktur tampungan, aliran, dan distribusi ini, Pemkab Bojonegoro berupaya memastikan kelancaran air irigasi tetap terjaga. Langkah adaptif ini diharapkan mampu menjaga ketahanan pangan daerah tetap tangguh menghadapi anomali cuaca ekstrem. (KOM/RED)

Share :

Popular Post