Foto : Istimewa
TUBAN, Linknews.id – Ribuan warga memadati jalanan Desa Dahor, Kecamatan Grabagan, Kamis (2/7/2026), menyaksikan Kirab Budaya dan Sedekah Bumi. Antusiasme massa yang tumpah ruah bukan sekadar tanda keramaian sesaat, melainkan bukti bahwa tradisi warisan leluhur ini masih relevan sebagai perekat sosial sekaligus penggerak ekonomi di tengah modernisasi.
Acara yang dihadiri Plt. Camat Grabagan Suwoto, Forkopimka, tokoh masyarakat, hingga pelajar ini menampilkan beragam atraksi seni yang memukau. Bagi Suwoto, kehadiran ribuan penonton adalah validasi bahwa upaya pelestarian budaya tidak berjalan sendiri, tetapi tumbuh bersama kesadaran kolektif warga.
"Kirab Budaya dan Sedekah Bumi bukan sekadar perayaan tahunan. Ini adalah wujud rasa syukur atas hasil bumi, sekaligus ruang untuk memperkuat persatuan dan mewariskan nilai-nilai moral kepada generasi muda," ujar Suwoto.
Ia menegaskan bahwa tradisi ini menjadi media pendidikan karakter yang efektif. Nilai-nilai seperti gotong royong, toleransi, kepedulian lingkungan, dan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa ditanamkan secara alami melalui partisipasi langsung dalam setiap rangkaian kegiatan.
Sinergi Pentahelix sebagai Kunci Kelestarian
Keberhasilan penyelenggaraan Kirab Budaya Dahor tidak lepas dari kolaborasi multipihak. Pemerintah Kecamatan Grabagan memposisikan diri sebagai koordinator dan fasilitator, sementara pemerintah desa, tokoh adat, komunitas seni, dan warga berperan aktif sebagai pelaksana. Sinergi ini dinilai krusial agar tradisi tidak hanya lestari secara simbolis, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
Dampak ekonomi dari kirab budaya ini terasa signifikan. Ramainya pengunjung membuka peluang bagi pelaku UMKM lokal untuk meningkatkan omzet penjualan. Para seniman dan pengrajin setempat juga mendapat panggung untuk menampilkan karya terbaiknya, yang pada gilirannya mendukung pengembangan pariwisata budaya di Kecamatan Grabagan.
Suwoto berharap Kirab Budaya dan Sedekah Bumi Desa Dahor dapat segera masuk dalam agenda wisata budaya resmi Kabupaten Tuban. Dengan demikian, tradisi ini tidak hanya menjadi identitas lokal, tetapi juga aset daerah yang mampu menarik wisatawan dan mendongkrak perekonomian warga secara berkelanjutan.
"Harapan kami, tradisi ini terus berkembang menjadi daya tarik wisata yang membanggakan Tuban, sekaligus menjadi sarana pendidikan karakter dan pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat," pungkasnya. (MCT/RED)