Home Daerah

FGD Mitigasi Bencana Bojonegoro: Bupati Tekankan Pemetaan Risiko dan Infrastruktur Berbasis Teknologi

by linknews.id - 16 Juli 2026, 16:51 WIB

BOJONEGORO, Linknews.id – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menggelar Forum Group Discussion (FGD) Rencana Kontingensi Cuaca Ekstrem Tahun 2026 di Gedung Pemkab Bojonegoro, Kamis-Jumat (16-17/7/2026). Agenda ini menegaskan pergeseran paradigma penanggulangan bencana dari responsif menjadi preventif, dengan fokus pada pemetaan risiko berbasis teknologi dan kesiapan sumber daya manusia yang kompeten.

Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono menyoroti kompleksitas tantangan ekologis daerah, mulai dari aktivitas Sesar Kendeng, kerentanan sepanjang aliran Sungai Bengawan Solo, hingga dampak perubahan iklim yang memicu suhu ekstrem dan angin puting beliung. Ia menekankan bahwa pemetaan risiko yang telah dilakukan BPBD harus menjadi fondasi mutlak bagi pembangunan infrastruktur pendukung dan pembentukan Desa Tangguh Bencana (Destana).

"Setelah pemetaan tuntas, pemanfaatan teknologi harus segera dilakukan. Sistem Peringatan Dini (Early Warning System) menjadi sangat penting. Kita harus memaksimalkan perangkat di desa, mulai dari sirine hingga radio komunikasi, agar informasi dari BNPB atau BMKG tersampaikan secara cepat dan tepat," ujar Bupati.

Selain infrastruktur fisik, Bupati juga menginstruksikan sinergi lintas sektor antara OPD, TNI, Polri, dan relawan untuk memperkuat kapasitas evakuasi dan pelayanan dasar. 

Mitigasi juga diarahkan pada solusi jangka panjang, seperti penemuan titik sumber air baru di wilayah rawan kekeringan, antisipasi penurunan kesuburan tanah pertanian, serta pengelolaan dampak lingkungan di kawasan industri minyak dan gas bumi (oil and gas), khususnya di wilayah Ring 1.

Kepala Pelaksana BPBD Bojonegoro, Heru Wicaksi menegaskan bahwa dokumen rencana kontingensi yang disusun bukan sekadar formalitas administratif, melainkan panduan taktis yang terukur. 

"Di dalamnya tergambar jelas siapa berbuat apa, kapan bertindak, dan bagaimana alur koordinasi ketika status kegawatdaruratan ditetapkan," tegasnya.

Melalui FGD ini, Pemkab Bojonegoro berkomitmen menghasilkan rumusan konkret yang dapat diimplementasikan secara kolaboratif. Pendekatan berbasis data dan teknologi diharapkan mampu meningkatkan ketangguhan masyarakat dalam menghadapi ancaman bencana yang semakin dinamis akibat perubahan iklim. (KOM/RED)

Share :

Popular Post