BOJONEGORO, Linknews.id – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Bojonegoro menegaskan komitmennya untuk bertransformasi dari organisasi istri pejabat menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendorong kesejahteraan masyarakat. Langkah ini dimulai dengan penguatan fondasi internal melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Tata Kelola Organisasi dan penyegaran pemahaman Anggaran Dasar serta Anggaran Rumah Tangga (AD-ART), Senin (3/8/2026).
Pembina DWP Bojonegoro, Edi Susanto, menekankan bahwa profesionalisme organisasi tidak bisa dipisahkan dari kontribusi nyata terhadap program prioritas daerah. Ia mencontohkan keterlibatan anggota DWP dalam menyerap produksi telur dari kelompok penerima manfaat program GAYATRI (Gerakan Beternak Ayam Petelur Mandiri) sebagai bukti sinergi yang efektif.
"Peran ibu-ibu bukan hanya simbolis. Dengan membeli hasil produksi mereka, kita membantu menggerakkan ekonomi sekaligus mendukung ketahanan pangan keluarga," ujarnya.
Edi juga mengingatkan bahwa agenda DWP harus selaras dengan isu strategis seperti penurunan kemiskinan, perbaikan kualitas rumah, pemenuhan air bersih, dan pelayanan kesehatan. Tanpa pemahaman ini, kegiatan organisasi berisiko berjalan di luar konteks kebutuhan pembangunan yang sesungguhnya.
Ketua DWP Bojonegoro, Emy Edi Susanto, menilai Bimtek ini sebagai momen krusial untuk menyelaraskan persepsi.
"Tata kelola yang baik adalah prasyarat agar setiap program kerja dapat dieksekusi secara tertib, transparan, dan berdampak. Ini bukan sekadar formalitas administratif, melainkan upaya meningkatkan kapasitas pengurus agar mampu menjalankan tugas secara profesional," tegasnya.
Sementara itu, Sekretaris DWP Provinsi Jawa Timur, Venus Vebryana, memberikan perspektif makro mengenai posisi DWP dalam ekosistem pembangunan nasional. Ia menjelaskan bahwa kontribusi organisasi ini harus berlandaskan enam pilar yakni mental spiritual, persatuan kesatuan, peningkatan SDM, kemitraan, kepedulian sosial, dan ketahanan ekonomi. Semua pilar tersebut dijalankan dengan prinsip nonpartisan dan tetap mengacu pada nilai-nilai Pancasila.
Melalui penguatan regulasi internal dan integrasi program dengan kebijakan publik, DWP Bojonegoro berupaya membuktikan bahwa organisasi perempuan memiliki ruang kontribusi yang substantif. Transformasi ini diharapkan tidak hanya memperkuat kohesi internal, tetapi juga menjadikan DWP sebagai bagian tak terpisahkan dari upaya mewujudkan pembangunan daerah yang inklusif dan berkelanjutan. (KOM/RED)