Home Daerah

Dua Siswa Sekolah Rakyat Tuban Lolos Diklat Paskibraka, Bukti Inklusivitas dan Meritokrasi Pendidikan

by linknews.id - 04 Agustus 2026, 18:15 WIB

Foto Istimewa 

TUBAN, Linknews.id – Seleksi Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Tuban Tahun 2026 kembali membuktikan bahwa prestasi tidak mengenal sekat institusi pendidikan formal. Dua siswa dari Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Kabupaten Tuban, Ikram Ramadani dan Isna Lutfiya Asrofina, berhasil menembus tahap Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) bersama puluhan pelajar terbaik dari SMA, SMK, dan MA negeri maupun swasta di Tuban.

Keberhasilan Ikram asal Desa Kowang, Kecamatan Semanding, dan Isna asal Desa Glondonggede, Kecamatan Tambakboyo, ini menandai pergeseran paradigma dalam pembinaan generasi muda. Mereka tidak hanya mewakili sekolahnya, tetapi juga mematahkan stigma bahwa siswa jalur pendidikan alternatif memiliki keterbatasan dalam kompetisi tingkat kabupaten. 

"Saya bangga bisa menjadi perwakilan SRT 1. Ini bukti bahwa tekad dan semangat belajar membuka jalan yang sama bagi siapa saja," ujar Ikram.

Isna menambahkan bahwa capaian ini adalah bentuk tanggung jawab moral untuk membanggakan orang tua dan sekolah. Ia berkomitmen menjalani karantina dengan sungguh-sungguh sebagai wujud penghormatan terhadap kesempatan yang diraih melalui proses seleksi yang ketat.

Wakil Bupati Tuban, Joko Sarwono, menilai lolosnya dua siswa SRT sebagai indikator kesehatan sistem pendidikan daerah yang inklusif. Menurutnya, keberhasilan ini menegaskan prinsip meritokrasi: setiap anak berhak bersaing secara adil asalkan memiliki kompetensi dan kemauan keras.

"Mereka mampu bersaing sehat dengan siswa lembaga pendidikan lain. Ini menunjukkan potensi besar dan semangat juang yang patut diapresiasi," tegasnya.

Joko mendorong seluruh siswa SRT untuk tidak pernah merasa inferior. Kepercayaan diri dan keberanian mengeksplorasi potensi diri dinilai sebagai modal utama dalam menghadapi berbagai peluang pengembangan bakat, baik akademik maupun nonakademik. Pemkab Tuban berkomitmen menyediakan wadah yang setara agar semua peserta didik dapat tumbuh sesuai minat masing-masing tanpa diskriminasi berbasis status sekolah.

Kehadiran Ikram dan Isna dalam Diklat Paskibraka 2026 bukan sekadar pencapaian individu, melainkan sinyal kuat bahwa pendidikan inklusif di Tuban sedang berjalan efektif. Model ini diharapkan dapat mereplikasi kesuksesan serupa di masa depan, melahirkan generasi muda yang tangguh, percaya diri, dan siap mengabdi kepada bangsa—terlepas dari latar belakang pendidikan mereka. (MCT/RED)

Share :

Popular Post