BOJONEGORO, LINKNEWS.ID – Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kabupaten Bojonegoro menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) pada 7-8 Mei 2026. Kegiatan yang berlangsung di aula kantor dinas setempat ini bertujuan membekali para pengusaha lokal dengan manajemen bisnis yang profesional agar mampu beradaptasi dengan dinamika pasar dan meningkatkan skala usaha atau "naik kelas".
Kepala Disperinaker Bojonegoro, Mahmudi, menyatakan bahwa sektor IKM merupakan tulang punggung ekonomi daerah. Namun, ia mengakui bahwa banyak pelaku usaha masih terkendala dalam aspek tata kelola manajemen. Melalui bimtek ini, pemerintah berupaya hadir untuk memberikan pendampingan agar IKM tidak berjalan sendiri.
“IKM kita punya potensi besar, namun kendala utama seringkali ada pada tata kelola manajemen. Melalui kegiatan ini, pemerintah hadir untuk memastikan pelaku IKM tidak berjalan sendiri. Kita ingin mewujudkan sentra-sentra IKM yang tangguh di Bojonegoro,” ujar Mahmudi saat membuka acara.
Mahmudi menekankan bahwa penguatan kapasitas manajemen akan berdampak langsung pada penciptaan lapangan kerja dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Jika usaha dikelola secara sehat dan mandiri, maka kontribusi IKM terhadap perekonomian daerah akan semakin signifikan.
“Jika manajemennya sehat, usahanya mandiri, maka otomatis lapangan kerja akan tercipta dan kesejahteraan masyarakat meningkat. Dengan pembekalan manajemen yang tepat, diharapkan pelaku IKM di Bojonegoro tidak hanya menjadi penonton di daerah sendiri, tetapi mampu bersaing di pasar yang lebih luas,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Bojonegoro, Cantika Wahono, menyoroti pentingnya tindak lanjut pasca-pelatihan. Ia berharap ilmu yang diperoleh peserta tidak berhenti sebagai teori, melainkan segera diimplementasikan dalam operasional usaha sehari-hari.
“Semoga ilmu yang diperoleh dari bimtek ini dapat dimanfaatkan secara maksimal dan mampu membangun jejaring yang kuat antar sesama pelaku UMKM. Kami ingin apa yang dipelajari di sini segera diimplementasikan di usaha masing-masing agar dampak ekonominya langsung terasa,” kata Cantika.
Kegiatan ini juga dinilai strategis sebagai upaya penurunan angka kemiskinan melalui pemberdayaan ekonomi kerakyatan. Dengan menciptakan wirausaha baru yang kompeten dan tangguh, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro berharap dapat mewujudkan visi daerah yang lebih makmur dan membanggakan. (KOM/RED)