Home Daerah

Dinkes P2KB Tuban Fasilitasi Akseptor KB MOW dan MOP dalam Peringatan Harganas

by linknews.id - 03 Juli 2026, 21:47 WIB

TUBAN, Linknews.id – Kesadaran masyarakat Kabupaten Tuban dalam merencanakan keluarga melalui metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) terus menunjukkan tren positif. Hal ini terlihat dari antusiasme warga yang mengikuti pelayanan massal Medis Operatif Wanita (MOW) dan Medis Operatif Pria (MOP) dalam rangka memperingati Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33.

Pemerintah Kabupaten Tuban melalui Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) memusatkan layanan tersebut di RS Medika Mulia Tuban, Jumat (3/7/2026). Sebanyak 108 akseptor tercatat siap menjalani prosedur kontrasepsi permanen, terdiri dari 100 wanita untuk tubektomi dan 8 pria untuk vasektomi.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pemeriksaan kesehatan (screening) ketat untuk memastikan kelayakan medis calon akseptor. Pelaksanaan operasi sendiri dijadwalkan berlangsung pada Sabtu (4/7/2026) dengan pengawasan tenaga medis profesional.

Plt. Kepala Bidang P2KB Dinkes Tuban dr. Triani menegaskan bahwa program ini merupakan wujud komitmen daerah dalam menekan angka kelahiran tidak direncanakan. Menurutnya, MOW dan MOP menawarkan efektivitas pencegahan kehamilan yang mendekati 100 persen tanpa mengganggu fungsi hormonal maupun produktivitas harian.

"Bagi pasangan suami istri, ini adalah fondasi ketahanan keluarga. Mereka bisa lebih fokus pada peningkatan kesejahteraan ekonomi, kualitas pengasuhan, dan pendidikan anak tanpa beban kecemasan akan kehamilan yang tidak diinginkan," ujar dr. Triani.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinkes P2KB Tuban drg. Roikan, M.H., menyampaikan apresiasi kepada RS Medika Mulia Tuban sebagai mitra pelaksana. Dukungan fasilitas dan SDM rumah sakit dinilai krusial agar seluruh prosedur berjalan aman, tertib, dan sesuai standar operasional.

Direktur RS Medika Mulia Tuban dr. Hartono menyambut baik kepercayaan pemerintah daerah. Ia memastikan tim medis dan fasilitas di rumah sakitnya telah disiapkan secara optimal untuk menjamin keselamatan dan kenyamanan seluruh akseptor selama rangkaian pelayanan bakti sosial tersebut. (MCT/RED)

Share :

Popular Post