BOJONEGORO, Linknews.id – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro memproyeksikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2027 sebesar Rp 5,1 triliun, dengan alokasi belanja mencapai Rp 4,9 triliun. Proyeksi ini disusun di tengah tren penurunan nilai APBD selama tiga tahun terakhir, menuntut optimalisasi kemandirian fiskal dan integrasi program prioritas yang lebih tajam seiring mengecilnya ruang fiskal dari transfer pusat.
Dalam Rapat Badan Anggaran (Banggar) DPRD bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) pada Kamis (16/7/2026), Kepala Bappeda Helmy Elisabeth menegaskan bahwa anggaran menyusut dari Rp 8,2 triliun (2024), Rp 7,8 triliun (2025), menjadi Rp 6,4 triliun (2026). Pemerintah tetap berkomitmen pada lima pilar tematik yaitu penurunan kemiskinan, peningkatan IPM, pertumbuhan ekonomi, pengangguran terbuka, serta konektivitas dan kebencanaan. Strategi ini juga diselaraskan dengan program prioritas Provinsi Jawa Timur dan "Asta Cita" nasional.
Helmy menyoroti resiliensi sektor non-migas sebagai penopang utama. Meskipun sektor pertambangan terkontraksi -8,78 persen, pertanian justru tumbuh positif 11,38 persen secara tahunan pada triwulan I 2026. Kinerja ini menjadi fondasi bagi program perlindungan sosial yang mengikat, seperti BPJS Ketenagakerjaan, Universal Health Coverage (UHC), serta inisiatif lokal Program Gayatri, Domba Kesejahteraan, dan beasiswa yang tetap diprioritaskan dalam postur 2027.
"Kami menjaga keselarasan program agar berdampak langsung pada masyarakat, terutama di sektor pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan pengentasan kemiskinan. Pengawalan ketat dilakukan agar setiap rupiah anggaran tetap memberikan manfaat nyata meski dalam kondisi fiskal yang menantang," ujar Helmy.
Penyusunan RKPD 2027 ini mencerminkan adaptasi strategis Pemkab Bojonegoro terhadap dinamika makroekonomi regional. Dengan mengandalkan sektor riil dan program berbasis komunitas, pemerintah berupaya mempertahankan momentum pembangunan manusia tanpa mengorbankan stabilitas keuangan daerah di era desentralisasi fiskal yang semakin kompetitif. (KOM/RED)