Home Pemerintahan

Bupati Yes Tegaskan Pembangunan di Lamongan Sentuh Fisik dan Non Fisik

by linknews.id - 04 Maret 2026, 22:50 WIB

LAMONGAN, LINKNEWS.ID - Bupati Lamongan Yuhronur Efendi (Pak Yes) menegaskan bahwa pembangunan di daerahnya dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya fokus pada pembangunan fisik tetapi juga memperhatikan aspek non fisik yang diukur melalui berbagai indikator capaian yang konkret.

Pernyataan ini disampaikan saat Bupati menggelar Safari Ramadan pada hari Selasa, 3 Maret lalu, di Masjid Sabilillah yang terletak di Desa Sugio, Kecamatan Sugio. Acara yang sekaligus menjadi ajang silaturahmi antarwarga di bulan suci ini juga digunakan untuk menyampaikan perkembangan berbagai program pembangunan kepada masyarakat setempat.

Infrastruktur Jalan Capai 60,21 Persen Kemantapan 

Di sektor pembangunan fisik, Pemerintah Kabupaten Lamongan gencar mengakselerasi pembangunan infrastruktur jalan melalui program unggulan bernama Jalan Mantap dan Mulus Lamongan (Jamula). Hingga akhir tahun 2025, data menunjukkan bahwa tingkat kemantapan jalan kabupaten telah mencapai sekitar 60,21 persen. Sebanyak 58 ruas jalan dengan total panjang 24.700 meter telah berhasil dibangun dan berada dalam kondisi baik.

"Sebelumnya, saya bersama Wakil Bupati Dirham telah berkomitmen untuk menjalankan pembangunan yang utuh serta berkelanjutan. Bagian fisik dari pembangunan ini memberikan dampak nyata bagi masyarakat, mulai dari kelancaran konektivitas antarwilayah, kemudahan distribusi hasil pertanian, hingga efisiensi dalam mobilitas sehari-hari," jelas Bupati yang akrab disapa Pak Yes, menyebutkan julukan daerahnya sebagai "Kota Soto".

Dalam pembangunan desa, capaian yang diraih juga cukup memukau. Sebanyak 277 desa telah mencapai status mandiri, sedangkan sisanya telah masuk kategori desa maju. Hal ini menjadi bukti bahwa pembangunan berbasis desa di Lamongan semakin merata dan memberikan kontribusi pada kemajuan daerah.

IPM Capai 75,90, Ekonomi Pertanian Berkembang

Sementara itu, pembangunan non fisik menjadi fokus utama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Pada tahun 2024, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Lamongan tercatat sebesar 75,90, yang menunjukkan tren peningkatan positif dalam tiga komponen utama yaitu pendidikan, kesehatan, dan daya beli masyarakat.

Untuk mendukung kesejahteraan masyarakat luas, Pemkab Lamongan juga maksimalkan pelaksanaan program nasional, salah satunya melalui pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP). Koperasi ini terus tumbuh dan menjadi wadah penting dalam pemberdayaan ekonomi kerakyatan sekaligus memperkuat sistem distribusi kebutuhan pokok di berbagai desa.

Di sektor unggulan, pertanian tetap menjadi tulang punggung perekonomian Lamongan. Produksi padi daerah ini mampu mencapai lebih dari 1 juta ton gabah kering panen setiap tahunnya, menjadikannya salah satu kontributor utama pangan bagi Provinsi Jawa Timur bahkan tingkat nasional. Selain padi, komoditas lain seperti jagung, kedelai, serta sektor perikanan dan peternakan juga menunjukkan peningkatan produktivitas yang signifikan.

“Kami pastikan pembangunan di Lamongan dapat dirasakan oleh semua lapisan masyarakat. Tidak cukup hanya dengan melihat infrastruktur yang berdiri kokoh, tetapi juga harus tercermin dari peningkatan kualitas sumber daya manusia dan taraf hidup warga yang semakin baik,” tegas Pak Yes.

Dengan pembangunan yang direncanakan matang, diukur secara jelas, dan berkelanjutan, Pemerintah Kabupaten Lamongan berkeyakinan dapat mewujudkan visi menjadi daerah yang maju, berdaya saing, serta memberikan kesejahteraan yang merata bagi seluruh masyarakat Lamongan. (HUM/RED)

Share :

Popular Post