Home Daerah

Bojonegoro Siap Wujudkan Program Nasional Bongkar Ratoon Tebu dan Perluasan Lahan hingga 5 Ribu Hektare

by linknews.id - 02 Januari 2026, 11:47 WIB

Foto : Dok istimewa 

BOJONEGORO, LINKNEWS.ID - Pemerintah Kabupaten Bojonegoro telah mempersiapkan berbagai langkah untuk mengimplementasikan program bongkar ratoon tebu dan perluasan areal tanam seluas 5.000 hektare. Program ini merupakan bagian dari inisiatif Pemerintah Pusat guna mendukung ketahanan pangan dan meningkatkan produksi gula nasional.

Nurul Azizah, Wakil Bupati Bojonegoro, menyampaikan bahwa sejumlah program prioritas nasional terus dilaksanakan di daerah tersebut. Di antaranya adalah Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Sekolah Rakyat (SR), Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), Cek Kesehatan Gratis (CKG), serta program peningkatan luas lahan dan bongkar ratoon tanaman tebu.

Program bongkar ratoon tebu bertujuan untuk meremajakan areal tanam, di mana tanaman tebu yang sudah lama dan produktivitasnya menurun setelah beberapa siklus panen ratoon akan digantikan seluruhnya dengan bibit unggul baru. Tujuan utama dari program ini adalah mewujudkan swasembada gula nasional yang tidak lagi bergantung pada impor.

Saat ini, telah diajukan usulan indikatif seluas 1.248 hektare, meskipun angka tersebut belum final dan dapat mengalami perubahan sesuai kebutuhan. Percepatan pelaksanaan program bongkar ratoon ini menjadi bagian dari target nasional untuk Provinsi Jawa Timur yang mencapai 70.000 hektare, sehingga memerlukan kolaborasi yang erat antar sektor dan antar tingkatan pemerintahan.

Dalam hal Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL) untuk program bongkar ratoon, saat ini telah ditempatkan 150 orang tambahan untuk melakukan pengolahan dan pengunggahan data. Wakil Bupati Nurul juga mengingatkan bahwa penanaman tebu harus dilakukan pada lahan yang masuk dalam skema Perjanjian Kerja Sama (PKS). Dari potensi lahan yang ada, diperkirakan sekitar 1.600 penggarap akan terlibat dalam pelaksanaan program di kawasan sekitar lokasi tanam.

Pelaksanaan program nasional ini juga tetap memperhatikan aspek keseimbangan ekosistem, dengan memastikan bahwa produktivitas tidak mengorbankan kelestarian lingkungan. Beberapa poin yang menjadi perhatian utama adalah perlindungan kawasan hutan, penanaman pohon pendukung, serta melakukan kajian mendalam terkait dampak lingkungan yang mungkin terjadi. (KOM)

Reporter : DIM/RED

Share :

Popular Post