Update

8/recent/ticker-posts

Kemensos Salurkan Bantuan Rp1,05 M untuk Korban Tanah Longsor

Jawa Barat - Kementerian Sosial (Kemensos) telah menyalurkan bantuan senilai Rp 1.053.703.150 kepada korban tanah longsor di wilayah Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Provinsi Jawa Barat.

Total bantuan tersebut terdiri dari bantuan logistik tanggap darurat senilai Rp888.671.350, beras reguler sejumlah 3.000 senilai Rp31.800.000, santunan ahli waris untuk 11 orang dengan bantuan Rp15 juta per orang total Rp165 juta.

Selain dana, Kemensos juga memberikan pelayanan dapur umum lapangan dan layanan dukungan psikososial yang berpusat di SD Cipateuag untuk penyiapan nasi bungkus sejumlah 500 buah.

Bantuan logistik lain juga dihadirkan seperti tenda serbaguna keluarga sebanyak 10 unit, velbed sebanyak 150 unit, matras sebanyak 1.200 lembar, kasur sejumlah 600 buah, dan selimut sejumlah 1.000 lembar.

Kepala Badan Pendidikan Penelitian dan Penyuluhan Sosial, Kemensos, Syahabudin turut meninjau lokasi bencana longsor.

Syahabudin menuturkan, pihaknya mengerahkan Taruna Siaga Bencana (Tagana) untuk membantu proses evakuasi korban.

"Fokus pemerintah dalam bencana ini untuk memastikan kebutuhan kesehatan dan kebutuhan sehari-hari para korban selamat bisa terpenuhi,” kata Syahabudin, dalam keterangannya, Minggu (10/1/2021).

Sebelumnya terjadi bencana tanah longsor di Desa Cihanjung Kecamatan Cimanggung Kabupaten Sumedang Provinsi Jawa Barat, Sabtu (9/1) pukul 15.30 WIB dan 19.00 WIB.

Tanah longsor terjadi akibat hujan dengan insentitas tinggi dan durasi cukup lama sehingga mengakibatkan tebing setinggi 30 meter menimbun 18 rumah warga. Saat ini para petugas tengah melakukan proses evakuasi di lapangan.

Selain itu, Kemensos melalui Direktorat Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam (PSKBA) telah melakukan sejumlah langkah penting.

“Sejak bencana terjadi, kami melalui Tagana telah berkoordinasi dengan Dinas Sosial di wilayah terdampak tanah longsor tentang aktivitas penanganan dan mengamati situasi terkini,” kata Direktur PSKBA Syafii Nasution.

Menurut Syafii, langkah selanjutnya adalah pengerahan Tagana dan unsur Kampung Siaga Bencana (KSB) untuk melakukan pendataan korban, evakuasi korban ke tempat aman khususnya kepada kelompok rentan yang terdiri atas lansia, anak-anak, penyandang disabilitas, dan kelompok khusus lainnya.[ip_red]