Update

8/recent/ticker-posts

Sekitar 73 Ton Kopi Gayo Senilai Rp5 Miliyar Dilepas ke Pasar Global

 

Takengon - Kawasan Dataran Tinggi Gayo, tepatnya kota Takengon, Kabupaten Aceh Tengah menjadi salah satu titik acara Pelepasan Produk-Produk Ekspor Indonesia ke pasar global.

Staf Ahli Menteri Perdagangan Bidang Hubungan Internasional Arlinda yang hadir pada Pelepasan Produk Kopi Gayo di Gudang Penyimpanan Kopi Koperasi Pedagang Kopi (Kopepi) Ketiara, Kampung Umang Kecamatan Bebesen Takengon, Aceh Tengah (3/12/2020) mengatakan terdapat 14 titik di 16 provinsi untuk acara pelepasan produk ekspor Indonesia.

Pelepasan produk ekspor pada pagi ini berlangsung di Takengon, Aceh. Tepatnya di Gudang Penyimapan Kopi Kopepi Ketiara Takengon.

Pada saat pelepasan ada 3 kontiner dari Koperasi Ketiara sabanyak 54 Ton. Dan 1 kontiner dari Koperasi Permata Gayo sebanyak 19.2 ton. Total keseluruhan pelepasan kopi gayo ekspor sejumlah 73,2 Ton dengan nilai 5 milyar rupiah.

“Saya berharap hubungan ini tidak hanya sebatas ini saja, tetapi kami akan mencoba untuk mencari buyer-buyer yang lain di luar Amerika dan Eropa."katanya.

Ia menambahkan pelepasan ekspor ini menjadi salah satu langkah kongkrit kita untuk menggiatkan kembali upaya peningkatan ekspor di tengah pendemi Covid-19 dan krisis ekonomi global serta menumbuhkan ekonomi domestik tahun 2021 mendatang.

Bupati Bener Meriah Tgk. H. Sarkawi, Gubernur Provinsi Aceh Ir. Nova Iriansyah, MT turut serta dalam acara Pelepasan Produk  Ekspor Kopi Gayo ke Pasar  Global oleh tersebut. 

Gubernur Aceh mengucapkan terima kasih atas dipilihnya kawasan Aceh Tengah sebagai salah satu titik pelepasan produk ekspor Indonesia.

“Sebagai kepala Pemerintahan Aceh, utamanya kepada ibu staf ahli kepada Menteri dan kepada Bapak Presiden Jokowi yang telah memilih kota Takengon sebagai salah satu titik pelepasan ekspor produk Indonesia kepasar global, kami mengucapkan banyak terimakasih,” kata Nova.

Gubernur juga berterima kasih dan mengapresiasi atas partisipasi  petani, pengepul dan yang bergelut dengan kopi.

“Mereka adalah pejuang kesejahteraan. Pasrtisipasi semua stekholder kopi ini tidak bisa kita anggap spele, ungkap Gubernur.

Bupati Bener Meriah Tgk. H. Sarkawi mewakili masyarakat Bener Meriah mengaku sangat senang dengan kegiatan pelepasan ekspor tersebut.  

“Ke depan tentu ini  akan langsung dirasakan masyarakat Bener Meriah khususnya, dan Gayo pada umunya, terutama para  petani kopi dengan terealisasinya ekspor ini,” ungkap Tgk. H. Sarkawi.

“Kata tidak cukup untuk ungkapkan terima kasih atas kegiatan ini yang telah memberi perhatian serta pemasaran yang mempermudah penjualan dan peningkatan harga kopi. Namun, jauh lebih dari itu, yaitu mari kita mengucap syukur kepada Allah SWT,” kata Bupati Bener Meriah Tgk. H. Sarkawi.

Bupati menambahkan pelepasan ekspor kopi gayo ini akan memberi semangat dan dorongan bagi petani kopi di Dataran Tinggi Gayo, Aceh. Setelah selama ini menunggu sekian lama dari keterpurukan harga kopi di pasar dunia dan terhambatnya ekspor karena pandemi covid-19.

“Kita berdo’a semoga ke depannya akan berjalan dengan baik dan lancar. Klau semua itu terlaksana, masyarakat Bener Meriah tentu akan semakin sejahtera,” pungkas Bupati Tgk. H. Sarkawi.[i-p]