Update

8/recent/ticker-posts

Siswa SMAN 1 Peureulak Rindu Belajar Normal

Aceh Timur – Penerapan protokol kesehatan di SMA Negeri 1 Peureulak, Kabupaten Aceh Timur sangat ketat, siswa dan guru di wajibkan memakai memakai masker, cek suhu tubuh hingga cuci tanggan saat pergi dan pulang sekolah, Kamis (26/11/2020).

Hampir disetiap depan pintu ruang kelas sekolah tersebut menyediakan tempat air cuci tanggan, sabun cair anti bakteri, tisu dan handsanitizer.

Hal tersebut dilakukan SMAN 1 Peureulak ini sebagai bentuk keseriusan penerapan protokol kesehatan guna mencegah dan memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19.

Setelah memunuhi protokol kesehatan siswa dan guru baru di perkenankan masuk ruang belajar.

Untuk mencegah  agar tidak terjadi kerumunan, jumlah siswa juga di batasi hingga 50 % dari kapasitas ruang belajar. Bahkan, tempat duduk siswa juga diatur berjarak satu sama lainnya.

Audiana, S.Pd, M.Pd, Kepala sekolah SMA Negeri 1 Peureulak mengaku, sangat siap bila pemerintah menerapkan sistem belajar mengajar kembali normal seperti biasanya, namun tetap mengutamakan protokol kesehatan.

Menurutnya, Siswa dan guru sangat rindu proses belajar mengajar normal kembali. Hal ini disebabkan jam belajar saat ini lebih cepat dari pada jam belajar biasanya.

“semoga pandemi Covid-19 ini cepat berlalu guna kegitan sosial dan proses belajar mengajar segera ikut pulih” harap Audiana, S.Pd, M.Pd.

Selain itu, SMA Negeri 1 Peureulak yang terakreditasi A ini juga menerapkan keharusan bagi siswa dan guru untuk selalu menjaga air sembahyang atau Wudhu dari rumah hingga kesekolah.

Amatan awak media, Sekolah tersebut, selain memiliki lingkungan yang bersih dan nyaman, juga memiliki usaha kesehatan sekolah (UKS) yang juga merupakan ruang pertolongan pertama jika ada siswa dan guru yang sakit tiba-tiba.

Semantara itu salah satu Siswa SMAN 1 Peureulak, Wardina Ningsih mengatakan, sangat mendukung penerapan sistem belajar mengajar normal seperti biasa.

Menurutnya, penerapan sistem belajar saat ini tidak cukup waktu untuk menguasai pembelajaran.

“kami sangat ridu jam belajar kembali normal” tutup Siswi kelas 3 tersebut. (Romy)