Update

8/recent/ticker-posts

Aceh Timur 'Belum' Butuh Universitas



Aceh Timur hari ini tidak butuh Universitas, karena yang sedang dibutuhkan Aceh Timur adalah kualitas dari para pemangku kebijakan untuk membangun sumber daya manusianya.

Bukan hanya membesarkan sarana tanpa ada isi yang bisa berkontribusi bagi kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakatnya. 

Bukan hanya sekedar kemegahan bangunan yang akhirnya kita tidak paham bagaimana menjaga dan memanfaatkan bangunan itu. Terlalu lama kita terjebak pada hegemoni kemegahan tanpa melihat kesiapan kita dalam menopang kemegahan itu. Ada banyak pekerjaan rumah yang sama-sama harus disinergikan. 

Bukan lagi berpikir kelompok, bukan lagi mengutamakan keuntungan sesaat, bukan lagi terjebak pada bayangan keindahan yang dipancarkan orang lain. Namun, yang harus kita lihat adalah potensi yang bisa kita rawat, kita kembangkan, sehingga menjadi kebanggaan yang terus mengalir manfaatnya bagi masyarakat Aceh Timur.

Aceh Timur itu banyak potensi yang mampu dimanfaatkan dengan baik. Salah satu daerah perkebunan terluas di Aceh, laut yang indah dan menghasilkan ikan yang melimpah. 

Pelabuhan di Aceh Timur juga menjadi salah satu tempat pelelangan ikan terbesar di Aceh. Belum lagi tentang dunia tambaknya yang menjadi pilot project percontohan Kementerian Kelautan dan Perikanan, Aceh Timur juga daerah penghasil gas yang sedang diexplore oleh perusahaan multinasional. 

Masih banyak potensi Aceh Timur yang seharusnya mampu kita kembangkan, dan kita manfaatkan dengan baik tanpa harus serupa dengan daerah lain.

Cukuplah Perguruan Tinggi diwilayah kota Langsa dan Lhokseumawe yang jaraknya sangat terjangkau oleh masyarakat Aceh Timur. 

Masing-masing daerah harus memiliki ciri khas dari proses pengembangan potensi yang dimiliki. Bayangan kita mungkin ketika setiap daerah memiliki kampus akan semakin banyak melahirkan SDM yang baik. 

Tapi apakah kita pernah terpikir bahwa SDM yang hebat itu lahir justru dari proses pendidikan, perjuangan dan mengambil ilmu dari daerah lain. Aceh Timur punya SDM yang wajib dikembangkan dan kembali ke Aceh Timur untuk membangun dan memajukan daerahnya.

Ketika kota Malang di Jawa Timur maju karena pendidikan dan banyak mahasiswanya, lalu apakah kota Batu yang notabane nya tetangga kota Malang sibuk juga ingin melahirkan Universitas? Tidak. Tapi yang dilakukan adalah memanfaatkan potensi alam yang ada, sehingga semua mahasiswa yang kuliah di Malang mengunjungi kota Batu untuk berlibur atau sekedar menikmati keindahan alam dan kulinernya. Sehingga maju dan mampu untuk membangkitkan roda perekonomian di daerah tersebut.

Biarlah Langsa yang dulu juga menjadi bagian dari Aceh Timur memaksimalkan dunia pendidikannya, membuat kampusnya menjadi tujuan bagi masyarakat luas untuk melanjutkan pendidikan. 

Poles Aceh Timur menjadi daerah tujuan yang menarik untuk dikunjungi atau disinggahi oleh mereka yang sedang kuliah di Langsa atau Lhokseumawe. 

Aceh Timur menjadi daerah penyangga dengan memanfaatkan potensinya justru dapat menghasilkan pendapatan yang lebih menguntungkan bagi masyarakatnya.

Sehingga semua berkesinambungan dan menghasilkan kesejahteraan bagi masyarakatnya. Berjalan sesuai koridor dan potensi kemampuannya masing-masing tanpa harus bersaing dan saling menjatuhkan. 

Ketika Langsa maju dengan dunia pendidikannya, Aceh Timur maju dengan potensi sumber daya alamnya. 

Aceh Timur mampu melahirkan SDM yang berkualitas tanpa harus mendirikan Universitas. Dan Aceh Timur sangat mampu mengembangkan potensinya dengan SDM yang berkualitas tanpa harus mengedepankan ego karena ingin dilihat sebagai daerah yang memiliki Universitas.

Penulis adalah pemuda Alue Ie Mirah, Kecamatan Indra Makmu, kabupaten Aceh Timur yang sedang mengabdi di Kementerian Hukum dan HAM.

Oleh: Dwi Chandra Pranata, S.Psi,

Post a Comment

0 Comments