PT Lingkar Media Indonesia. Diberdayakan oleh Blogger.

Komunikasi Praktis

DETEKSI DINI GANGGUAN KEAMANAN DAN KETERTIBAN, SAT OPS PATNAL KANWIL KEMENKUMHAM ACEH GELEDAH BLOK HUNIAN DI 3 UPT PEMASYARAKATAN

By On Agustus 20, 2020

 


BANDA ACEH – Potensi gangguan keamanan dan ketertiban (Kamtib) di dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) dan Rumah Tahanan Negara (Rutan) akan selalu ada, baik dari segi fisik maupun non-fisik.


 Potensi tersebut apabila tidak ditemukan sebelum menggejala, akan dapat berakibat pada tidak kondusifnya pelaksanaan peran Unit Pelaksana Teknis (UPT).


Hal ini sesuai dengan Amanat Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia dan Dasa Adi Brata Direktur Jenderal Pemasyarakatan Tahun 2020. 


Pada Rabu, 19 Agustus 2020, Kepala Divisi Pemasyarakatan, Nirhono Jatmokoadi memimpin SAT OPS PATNAL Kantor Wilayah (Kanwil) kemenkumham Aceh melakukan penggeledahan di Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Banda Aceh, Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Banda Aceh, dan Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Lhoknga yang dimulai Pukul 21:30 WIB pada Rutan Kelas IIB Banda Aceh.


Kegiatan penggeledahan yang dibagi menjadi 4 Tim langsung menuju ke dalam blok hunian WBP di kamar hunian yang telah ditetapkan menjadi sasaran. Penggeledahan ini bertujuan mencegah penyalahgunaan barang terlarang di Lapas Rutan baik berupa alat komunikasi, alat elektronik, benda tajam, dan narkotika yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban. 


Penggeledahan dilanjutkan di Lapas Kelas IIA Banda Aceh, Pukul 23.30 WIB, dan dilanjutkan pada Lapas Kelas III Lhoknga yang berakhir pada Pukul 02.00 WIB dini hari. 


Kepala Divisi Pemasyarakatan menyatakan “Penggeledahan kamar hunian wajib dilaksanakan untuk meminimalisir keberadaan barang-barang terlarang dan berbahaya di lapas/rutan, contohnya HP, Senjata Tajam, terutama Narkoba.” Ungkapnya.


Barang-barang yang ditemukan dalam blok hunian tersebut kemudian diamankan serta didata sebelum dimusnahkan.


Menutup kegiatan, Kepala Divisi Pemasyarakatan mengingatkan kembali terkait 3 kunci pemasyarakatan maju yaitu Deteksi Dini terhadap terjadinya gangguan keamanan dan ketertiban dalam Lapas, pemberantasan Narkoba, Pungli dan HP dalam Lapas/Rutan, serta senantiasa membangun sinergi dengan Aparat Penegak Hukum lainnya, tegasnya.(red) 

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »