PT Lingkar Media Indonesia. Diberdayakan oleh Blogger.

Komunikasi Praktis

Akibat Belum Cukup Mahar Nikah, Pemuda Ini Modus Dirampok, Begini Ceritanya

By On Maret 18, 2020



BANDA ACEH - Kasus penemuan seorang lelaki muda tak sadarkan diri dengan posisi tangan terikat di bawah jembatan kawasan Gampong Alue Nireh, Kecamatan Peureulak, Aceh Timur, Selasa (17/3/2020) kemarin, ternyata hanyalah rekayasa.

Peristiwa ini sebelumnya menghebohkan warga Aceh Timur. Dimana, lelaki muda bernama Kahar Muzakar (24), mahasiswa asal Gampong Alue Dalam, Kecamatan Darul Aman, Aceh Timur ditemukan sejumlah anak-anak yang saat itu hendak memancing, yang kemudian melaporkannya ke warga setempat termasuk pihak kepolisian. Ia pun kemudian dievakuasi ke rumah sakit.

Saat dimintai keterangannya oleh polisi, ia mengaku menjadi korban perampokan pada Minggu (15/3/2020) malam kemarin, saat sedang menunggu bus dan hendak pulang ke rumahnya.

Kepada polisi, Kahar bercerita bahwa dirinya dirampok oleh enam orang lelaki tak dikenal yang datang menghampirinya menggunakan sebuah mobil minibus.

Para pelaku membekapnya dan memasukkannya ke dalam mobil hingga merampok tas berisi 8 mayam emas dan uang tunai senilai Rp 11 juta hingga membuang dirinya ke bawah jembatan dalam posisi terikat.

Ternyata, pengakuan Kahar itu hanyalah karangan dirinya. Perampokan itu tak pernah terjadi dan hanya merupakan cerita rekayasa Kahar.

Dari penyelidikan polisi, diketahui Kahar akan menikah bulan Maret ini dengan seorang perempuan berinisial YS (22), warga Kecamatan Peudawa, Aceh Timur. Pernikahan itu diketahui dengan mahar 13 mayam emas dan baru diberikan Kahar sebanyak dua mayam.

"Keterangan sebenarnya dari yang bersangkutan, Minggu kemarin ia keluar dari kontrakan rekannya dan meminjam uang sebesar Rp 1 juta untuk biaya pulang ke rumah," ujar Dir Reskrimum Polda Aceh, Kombes Pol Agus Sarjito, Rabu (18/3/2020) saat dikonfirmasi.

Usai meminjam uang, Kahar pun diantar oleh rekannya ke pinggiran jalan Banda Aceh-Medan, tepatnya di kawasan Simpang Empat Kuala Langsa karena hendak pulang ke Banda Aceh.

Dari awal, kata mantan Dir Resnarkoba Polda Aceh ini, diketahui Kahar mengaku kepada rekannya tinggal di Banda Aceh. Usai diantarkan, Kahar pun naik becak menuju ke Lapangan Merdeka Kota Langsa.

"Sebelum tiba di lapangan ia menemui rekannya yang lain untuk membayar utang sebesar Rp 700 ribu, ia bermalam di sebuah mushalla dan memikirkan soal sudah jatuh temponya untuk menikah dengan YS, mereka tunangan Juni 2019 kemarin," ungkap Direktur.

Masih berdasarkan pengakuan Kahar, pada Senin (16/3/2020) malam dirinya bergerak ke Simpang Komodor menggunakan becak dan berniat naik angkutan umum untuk pulang ke rumahnya.

Di pertengahan jalan, Kahar merasa ragu untuk pulang ke rumah karena selalu terpikir akan tempo pernikahannya yang sebentar lagi akan berlangsung, sehingga mengundurkan niat untuk pulang.

"Lalu yang bersangkutan terpikir untuk membuat rekayasa ia manjadi korban perampokan agar pihak keluarga calon istrinya merasa iba dan memberikan waktu lagi untuk pelaksanaan pernikahan karena belum punya uang untuk sisa mahar 11 mayam lagi," jelasnya.

Saat hendak melancarkan aksinya, Kahar pun menumpang kendaraan seorang warga di kawasan Gampong Alue Nireh dengan alasan hendak memancing di kawasan alur sungai setempat yang merupakan lokasi Kahar ditemukan dalam keadaan terikat dan tak sadarkan diri.

"Kemudian turun ke lumpur dan tiduran, ditemukan seutas tali dan diikat tangannya hingga akhirnya ditemukan warga. Terkait perampokan emas dan uang itu tidak ada, hanya rekayasa dari yang bersangkutan," tegas Kombes Pol Agus Sarjito.

Saat ini, ia pun diamankan di Mapolres Aceh Timur atas tindakannya. Kahar diamankan karena telah memberikan keterangan palsu kepada pihak kepolisian.

Sub: metropolis.id

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »